SABTU, 10 AGUSTUS 2024
Pelaksanaan siklus 2 Pemetaan Sosial dan Pengorganisasian Masyarakat
Pada hari Sabtu, 10 Agustus 2023 telah diadakan pemetaan sosial bersama mahasiswa KKN yang bertempat di kantor RW 07. Rapat dimulai pukul 19.30 dan dipimpin oleh Agus Perkasa selaku ketua kelompok KKN 34 dan Anna Rinjani selaku divisi acara. Rapat dihadiri oleh ketua dan perangkat RW 07 Kelurahan Manggahang. Pemetaan dimulai dengan lokasi rumah di RW 07 yang dikategorikan menjadi keluarga miskin, menengah dan kaya. Lalu, dibuat juga denah rumah yang dibangun oleh pemerintah atau hak milik sendiri. Peta juga mencakup lokasi tempat tertentu di RW 07 seperti mesjid dan sekolah serta tambahan lainnya seperti aliran air dan selokan.
Selain pemetaan, dilakukan juga pencatatan kondisi wilayah RW 07 mulai dari 10 tahun kebelakang hingga saat ini. Dilakukan juga pengkategorian kepemilikan kendaraan pribadi seperti mobil dan motor. Kegiatan diikuti dengan baik oleh mahasiswa dan perangkat RW dan dapat menambah wawasan mengenai kondisi RW 07 sehingga dapat menjadi pertimbangan program kerja kedepannya.
Perencanaan Partisipatif dan Sinergi Program dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan pemetaan sosial pada hari Sabtu, 10 Agustus 2023. Acara bertempat di kantor RW 07. Rapat dimulai pukul 19.30 dan dipimpin oleh Agus Perkasa selaku ketua kelompok KKN 34 dan Anna Rinjani selaku divisi acara. Rapat dihadiri oleh ketua dan perangkat RW 07 Kelurahan Manggahang. Dalam sosialisasi program kerja pengelolaan sampah yang diadakan di RW 07 Kelurahan Manggahang, masyarakat diberikan kesempatan untuk memilih antara dua solusi inovatif yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan sampah di lingkungan mereka.
Opsi pertama adalah budidaya maggot, yang memanfaatkan sampah organik sebagai media pengembangbiakan larva lalat tentara hitam (black soldier fly). Metode ini tidak hanya efektif dalam mengurangi volume sampah yang dihasilkan, tetapi juga menghasilkan maggot yang dapat digunakan sebagai pakan ternak bernilai tinggi. Dengan mengadopsi budidaya maggot, masyarakat tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan pendapatan mereka melalui penjualan pakan ternak yang berkualitas.
Opsi kedua yang ditawarkan adalah penggunaan EM4, yaitu mikroorganisme pengurai yang dapat digunakan untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos. Dengan menambahkan EM4 ke dalam tumpukan sampah organik, proses penguraian menjadi lebih cepat dan efisien, sehingga menghasilkan pupuk berkualitas yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah di kebun atau ladang mereka. Selain itu, penggunaan EM4 juga dapat membantu mengurangi bau tidak sedap yang seringkali ditimbulkan oleh sampah organik.
Warga RW 07 Kelurahan Manggahang memilih program EM4 untuk pembuatan pupuk organik karena alasan lahan yang kurang luas, sehingga mereka merasa bahwa metode ini lebih praktis dan efisien untuk diterapkan, memungkinkan mereka tetap dapat mengolah sampah organik menjadi pupuk berkualitas tanpa memerlukan ruang yang besar untuk proses budidaya.




Komentar
Posting Komentar