SELASA, 30 JULI 2024

 


Pembukaan KKN Sisdamas


    Acara pembukaan KKN Sisdamas berlangsung di gedung kelurahan dengan suasana yang penuh kebersamaan. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk sekretaris lurah, ketua RW 3, anggota karang taruna, perwakilan dari ibu lurah, serta ibu-ibu PKK yang turut berpartisipasi aktif. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap kegiatan KKN yang akan dilaksanakan.

    Salah satu momen penting dalam acara ini adalah penyerahan simbolis KKN kepada perwakilan mahasiswa, yang secara resmi menandai dimulainya kegiatan KKN Sisdamas. Penyerahan tersebut bukan hanya sebagai formalitas, melainkan juga simbol semangat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat setempat dalam membangun dan memperbaiki lingkungan sosial.


Sosialisasi Siklus Sisdamas


    Sosialisasi yang berlangsung dengan suasana interaktif ini dihadiri oleh perwakilan dari kelompok 34, 35, dan 36. Para peserta saling berdiskusi mengenai berbagai aspek penting, termasuk alur siklus kegiatan yang akan dilaksanakan selama program berlangsung. Selain itu, terdapat sesi koordinasi yang bertujuan untuk menyusun program kerja yang bisa dilakukan secara bersama-sama oleh ketiga kelompok. Diskusi ini tidak hanya berfokus pada pembagian tugas, tetapi juga pada identifikasi peluang kolaborasi, sehingga program-program yang dijalankan dapat saling mendukung dan memberikan dampak yang lebih signifikan bagi masyarakat. Melalui sosialisasi ini, diharapkan adanya sinergi yang kuat antar kelompok untuk mencapai tujuan bersama.

Rembuk warga di sekitar wilayah RW 7


    Pendekatan dan sosialisasi dilakukan kepada warga RW 7, khususnya di lingkungan madrasah, untuk memperkenalkan program kerja yang akan dilaksanakan. Selama sosialisasi, mahasiswa juga berinteraksi dengan anak-anak madrasah, menciptakan suasana yang akrab dan menyenangkan. Selain itu, diskusi mendalam dilakukan bersama Ibu Hajjah mengenai rencana program kerja yang akan dilaksanakan di madrasah.

    Madrasah tersebut aktif dengan kegiatan yang berbeda setiap harinya. Pada hari Senin hingga Rabu, kelas-kelas diisi dengan kegiatan mengaji untuk anak-anak dari jenjang TK hingga SD, meliputi pembelajaran membaca Iqra, Al-Quran, hafalan surat-surat pendek, serta kegiatan edukatif lainnya seperti mewarnai. Sedangkan hari Kamis sampai Sabtu, madrasah menyediakan kelas tahfidz bagi anak-anak yang telah menyelesaikan Iqra.

    Namun, terdapat permasalahan yang muncul, di mana setelah melanjutkan ke jenjang SMP, banyak anak-anak yang berhenti mengaji dan tidak lagi melanjutkan pendidikan agama secara rutin. Permasalahan ini menjadi fokus diskusi dalam upaya mencari solusi agar pendidikan agama tetap berlanjut di jenjang yang lebih tinggi.


Rapat kelompok


    Rapat tersebut membahas rencana sosialisasi yang akan dilakukan kepada warga RW 7 sebagai langkah awal program kerja. Salah satu strategi yang akan diterapkan adalah melakukan pendekatan serta silaturahmi langsung kepada warga, dengan tujuan untuk mengenal lebih dalam permasalahan yang dihadapi masyarakat dan menjadikannya sebagai kerangka dasar penyusunan program kerja.

    Metode pendekatan yang digunakan melibatkan penyebaran anggota tim ke berbagai RT, di mana mereka akan bertanya secara langsung kepada warga mengenai isu-isu yang ada. Setelah melakukan rembuk dengan ketua RW dan perangkatnya, diputuskan bahwa sampling data akan dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat terkait kebutuhan warga, sehingga program yang disusun dapat lebih tepat sasaran dan relevan dengan kondisi lapangan.

Komentar